MAKALAH
“Kebudayaaan”
Disusun
oleh: Diva Wiera Buana
DAFTAR ISI :
I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN
C. MANFAAT
II. PEMBAHASAN
A.
DEFINISI/PENGERTIAN KEBUDAYAAN
B.
KARAKTERISITIK BUDAYA
C.
UNSUR BUDAYA
D.
BENTUK KEBUDAYAAN
E.
KOMPONEN KEBUDAYAAN
III. PENUTUP
A.
KESIMPULAN
B.
SARAN
DAFTAR
PUSTAKA…
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Budaya atau kebudayaan berasal dari
bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi
atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal
manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan
disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata
culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa
Indonesia.
B.
TUJUAN
1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan
kebudayaan
2. Untuk mengetahui unsur dan ciri-ciri
kebudayaan
3. Untuk mengetahui teori dan karakteristik
kebudayaan
4. Untuk mengetahui bentuk, wujud, serta
komponen-komponen kebudayaan
C. MANFAAT
1.
Mengetahui
apa yg dimaksud dengan kebudayaan
2.
Mengetahui
unsur dan cirri cirri kebudayaan
3.
Mengetahui
teori serta karakterisitik kebudayaan
4.
Mengetahui
bentuk,wujud,serta komponen kebudayaan
BAB II PEMBAHASAN
A.
DEFINISI/PENGERTIAN
KEBUDAYAAN
Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan
dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,
termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,
bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak
terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan
orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat
kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku
komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala
sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki
oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun
temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai
superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan, dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan
adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian
mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan,
dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan
benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
B.
KARAKTERISTIK
BUDAYA
Karakteristik Kebudayaan adalah
sesuatu yang dapat dipelajari, dapat ditukar dan dapat berubah, itu terjadi
‘hanya jika’ ada jaringan interaksi antarmanusia dalam bentuk komunikasi
antarpribadi maupun antarkelompok budaya yang terus menerus. Dalam hal ini,
seperti yang dikatakan oleh Edward T. Hall, budaya adalah komunikasi;
komunikasi adalah budaya. Jika kebudayaan diartikan sebagai sebuah kompleksitas
total dari seluruh pikiran, perasaan, dan perbuatan manusia, maka untuk
mendapatkannya dibutuhkan sebuah usaha yang selalu berurusan dengan orang lain.
Disini Edward T. Hall menegaskan bahwa hanya manusialah yang memiliki
kebudayaan, sedengakan biantang tidak.Karaktersitik dari kebudayaan membentuk
perilaku –perilaku komunikasi yang khusus, yang tampil dalam konsep subkultur.
Subkultur adalah kebudayaan yang hanya berlaku bagi anggota sebuah komunitas
dalam satu kebudayaan makro. Sebagai contoh para homosex atau lesbi mempunyai
kebudayaan khsus, apakah itu dari segi pakaian, makanan, istilah, atau bahasa
yang digunakan sehari-hari.
Budaya memiliki sifat universal,
artinya terdapat sifat-sifat umum yang melekat pada setiap budaya, kapan pun
dan dimanapun budaya itu berada. Adapun sifat itu adalah :
1. kebudayaan adalah milik bersama
2. kebudayaan merupakan hasil belajar
3. kebudayaan didasarkan pada lambang
4. kebudayaan terintegrasi
5. kebudayaan dapat disesuaikan
6. kebudayaan selalu berubah
7. kebudayaan bersifat nisbi (relative)
C.
UNSUR
BUDAYA
1). Sistem bahasa
Menurut Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem
perlambangan manusia secara lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi adalah
deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari bahasa yang diucapkan oleh suku
bangsa yang bersangkutan beserta variasivariasi dari bahasa itu. Ciri-ciri
menonjol dari bahasa suku bangsa tersebut dapat diuraikan dengan cara
membandingkannya dalam klasifikasi bahasa-bahasa sedunia pada rumpun,
subrumpun, keluarga dan subkeluarga. Menurut Koentjaraningrat menentukan batas
daerah penyebaran suatu bahasa tidak mudah karena daerah perbatasan tempat
tinggal individu merupakan tempat yang sangat intensif dalam berinteraksi
sehingga proses saling memengaruhi perkembangan bahasa sering terjadi.
2). Sistem peralatan hidup dan teknologi
Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya
sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut.
Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan
unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan
sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana.
Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan
hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.
3). Sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup
Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat
menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem
mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok
masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.
Pada saat ini hanya sedikit sistem mata pencaharian atau
ekonomi suatu masyarakat yang berbasiskan pada sektor pertanian. Artinya,
pengelolaan sumber daya alam secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia dalam sektor pertanian hanya bisa ditemukan di daerah pedesaan yang
relatif belum terpengaruh oleh arus modernisasi.
Pada saat ini pekerjaan sebagai karyawan kantor menjadi
sumber penghasilan utama dalam mencari nafkah. Setelah berkembangnya sistem
industri mengubah pola hidup manusia untuk tidak mengandalkan mata pencaharian
hidupnya dari subsistensi hasil produksi pertaniannya. Di dalam masyarakat
industri, seseorang mengandalkan pendidikan dan keterampilannya dalam mencari
pekerjaan.
4). Sistem kemasyarakatan dan organisasi social
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi
social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk
masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap
kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai
berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari
hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya,
yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan
digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk
organisasi social dalam kehidupannya.
Kekerabatan berkaitan dengan pengertian tentang perkawinan
dalam suatu masyarakat karena perkawinan merupakan inti atau dasar pembentukan
suatu komunitas atau organisasi sosial.
5). Ilmu pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan
dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat
abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas
batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang
digunakan dalam kehidupannya
Menurut Koentjaraningrat, setiap suku bangsa di dunia
memiliki pengetahuan mengenai, antara lain:
a. alam sekitarnya;
b. tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat
tinggalnya;
c. binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya;
d zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam
lingkungannya;
e. tubuh manusia;
f. sifat-sifat dan tingkah laku manusia;
g. ruang dan waktu.
6). Kesenian
Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari
penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional.
Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai
benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan
hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia
lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut.
Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni
musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.
Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung,
seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni
vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain
itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui
indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang,
ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu,
dan koreografi.
7). Sistem kepercayaan, atau agama
Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan
fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya
kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi
daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk
berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan
supranatural tersebut.
Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang
menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial
berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari
bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman
dahulu ketika kebudayaan
mereka masih primitif.
Ketujuh hal ini, oleh Clyde Kluckhohn dalam bukunya yang
berjudul Universal Categories of Culture (dalam Gazalba, 1989: 10)., disebut
sebagai 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal (Culture Universals).
Artinya, ketujuh unsur ini akan selalu kita temukan dalam
setiap keadaan atau masyarakat di dunia. Unsur-unsur ini merupakan perwujudan
usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan memelihara eksistensi diri dan
kelompoknya.
D.
BENTUK
KEBUDAYAAN
Kebudayaan dibagi menjadi dua bentuk, yakni :
1. Kebudayaan materi
Kebudayaan materi
terdiri atas benda-benda hasil karya dari suatu kebudayaan yang meliputi segala
sesuatu yang diciptakan dan digunakan oleh manusia dan mempunyai bentuk yang
dapat dilihat dan diraba yang memiliki nilai lisan.
Contoh : Rumah, pakaian, mobil, kapal, gedung, dan
peesawat televisi
Dalam
kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa
dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan
ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak)
manusia.
- Artefak (karya)
Artefak
adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan
karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat
diraba, dilihat, dan didokumentasikan.
2. Kebudayaan Non Materi
Kebudayaan non materi terdiri dari kata-kata yang
dipergunakan orang, hasil pemikiran adat istiadat, keyakinan, dan kebiasaan
yang diikuti anggota masyarakat. Norma-norma dan adat istiadat.
Contoh : berbagai norma yang mengatur prilaku
manusia (norma agama,norma hokum,norma kesusilaan)
E.
KOMPONEN
KEBUDAYAN
Berdasarkan wujudnya tersebut,
Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi
Cateora, yaitu :
·
Kebudayaan material
Kebudayaan
material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk
dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu
penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya.
Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat
terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
·
Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan
nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke
generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian
tradisional.
·
Lembaga sosial
Lembaga
sosial, dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan,
dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem sosial yang terbentuk dalam suatu
Negara akan menjadi dasar, dan konsep yang berlaku pada tatanan sosial
masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota, dan desa dibeberapa wilayah, wanita
tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau
perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang
wanita memilik karier
·
Sistem kepercayaan
Bagaimana
masyarakat mengembangkan, dan membangun system kepercayaan atau keyakinan
terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam
masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana
memandang hidup, dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara
bagaimana berkomunikasi.
·
Estetika
Berhubungan dengan seni, dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat,
drama, dan tari –tarian, yang berlaku, dan berkembang dalam masyarakat. Seperti
di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai
estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita
sampaikan dapat mencapai tujuan, dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah, dan
bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan
janur kuning, dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah
berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya
menggunakan cara tersebut.
·
Bahasa
Bahasa
merupakan alat pengantar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah,
bagian, dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu
komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa
memiliki sidat unik, dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna
bahasa tersebu. Jadi keunikan, dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari, dan
dipahami agar komunikasi lebih baik, dan efektif dengan memperoleh nilai empati,
dan simpati dari orang lain.
BAB
III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kebudayaan merupakan sebuah gagasan
atau ide yang ada dalam pikiran manusia. Perwujudan kebudayaan adalah sebuah
perilaku dan benda benda yang bersifat nyata.
Oleh karena itu kebudayaan membentuk
perilaku manusia dalam kehidupan sehari hari
B. SARAN
Kita sebagai manusia berbudaya
wajib berperilaku sesuai dengan buadaya yang telah di wariskan oleh nenek
moyang kita. Kita juga wajib memelihara dan menjaga kebudayan sebagai bentuk
penghormatan kita terhadap kebudayaan yang kita miliki. Kita sebagai manusia
tentu harus mengikuti perkembangan zaman, serta kemajuan teknologi. Namun kita
juga harus mampu menyaring segala hal baik itu positif ataupun negative dari
kemajuan zaman tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
https://manshurzikri.wordpress.com/2009/11/27/karakteristik-kebudayaan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar