Kamis, 10 Oktober 2019

Bedah Jurnal Revolusi industri 4.0

Nama
Diva Wiera Buana
Judul
Pengaruh Era Revolusi Industri 4.0 Terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia
Nama Penulis
Leni Rohida S.Sos, M.SI
Metode
Metode Kualitatif, yang menekankan pada kedalaman hasil penelitian dimana peneliti terlibat langsung sebagai instrumen penelitian. Data yang diperoleh melalui studi literatur, wawancara dan praktek langsung.
Kesimpulan
Jurnal ini membahas mengenai pengaruh era revolusi industri 4.0 terhadap sumber daya manusia, sumber daya manusia yang dibutuhkan pada industri ini adalah yang memiliki kompetensi dalam pemanfaatan tekonologi digital. Sehingga dalam mewujudkannya diperlukan pelaksanaan program peningkatan keterampilan (up-skilling), atau pembaruan keterampilan (reskilling). Dalam penjelasannya sumber daya manusia yang diteliti disini adalah pegawai negeri sipil, karena menurut penulis pegawai negeri sipil adalah sumber daya manusia (SDM) yang sangat penting terhadap kompetensi yang dimiliki nya pada era revolusi industri ini. Penulis juga menjabarkan hasil dari penelitiannya mengenai alasan mengapa memilih Pegawai Negeri Sipil sebagai objek penelitian atau sasaran pada penilitian ini dengan membandingan dengan teori-teori yang sudah dijabarkannya pada bagaian tinjauan pustaka mengenai pentingnya kompetensi pada suatu individu di era revolusi industri 4.0 ini. Didalamnya juga dituliskan bagaimana kompetensi itu sendiri pada era revolusi industri 4.0 ini. Dengan hasil yang didapatkannya dengan metode yang digunakan, penulis mengatakan bahwa kompetensi pada era ini sangat penting dan harus dikembangkan karena dapat meningkatkan kinerja. Menurutnya bisa didapatkannya kompetensi tersebut dengan melalui pendidikan dan pelatihan kepada sumber daya manusia (SDM) yang ditunjukan pada penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) sehingga dalam hal ini penulis juga menjabarkan kaitannya kompetensi dengan kinerja. Kedua hal tersebut sangat berkaitan satu sama lain karena kompetensi itu sendiri dapat membantu meningkatkan kinerja dan menjabarkannya dengan teori kompetensi dan teori kinerja yang dibuat skema hubungannya diantara kedua hal tersebut. Oleh karena itu penulis menarik empat kesimpulan pada penelitiannya yaitu, pertama, karena adanya kompetensi dapat memprediksi perilaku dan kinerja. Kedua, kebutuhan untuk PNS bukan hanya persoalan teknis melainkan keterampilan non teknis juga sangat diperlukan seperti untuk memecahkan masalah, bersikap kritis, memiliki kemampuan negosiasi dan sebagainya. Ketiga, persoalan kompetensi dan kinerja merupakan masalah fundamental yang dihadapi oleh PNS. Terakhir penulis menyimpulkan bahwa kompetensi dan kinerja merupakan hubungan yang erat, dengan kompetensi yang baik akan menghasilkan kinerja yang lebih baik pula dalam bidang pekerjaan di era revolusi industri ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar