|
Nama
|
Diva Wiera Buana
|
|
Judul
|
Pengaruh Era Revolusi Industri 4.0
Terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia
|
|
Nama Penulis
|
Leni Rohida S.Sos, M.SI
|
|
Metode
|
Metode Kualitatif, yang menekankan
pada kedalaman hasil penelitian dimana peneliti terlibat langsung sebagai
instrumen penelitian. Data yang diperoleh melalui studi literatur, wawancara
dan praktek langsung.
|
|
Kesimpulan
|
Jurnal ini membahas mengenai pengaruh
era revolusi industri 4.0 terhadap sumber daya manusia, sumber daya manusia
yang dibutuhkan pada industri ini adalah yang memiliki kompetensi dalam
pemanfaatan tekonologi digital. Sehingga dalam mewujudkannya diperlukan
pelaksanaan program peningkatan keterampilan (up-skilling), atau
pembaruan keterampilan (reskilling). Dalam penjelasannya sumber daya manusia
yang diteliti disini adalah pegawai negeri sipil, karena menurut penulis
pegawai negeri sipil adalah sumber daya manusia (SDM) yang sangat penting
terhadap kompetensi yang dimiliki nya pada era revolusi industri ini. Penulis
juga menjabarkan hasil dari penelitiannya mengenai alasan mengapa memilih
Pegawai Negeri Sipil sebagai objek penelitian atau sasaran pada penilitian
ini dengan membandingan dengan teori-teori yang sudah dijabarkannya pada
bagaian tinjauan pustaka mengenai pentingnya kompetensi pada suatu individu
di era revolusi industri 4.0 ini. Didalamnya juga dituliskan bagaimana
kompetensi itu sendiri pada era revolusi industri 4.0 ini. Dengan hasil yang
didapatkannya dengan metode yang digunakan, penulis mengatakan bahwa
kompetensi pada era ini sangat penting dan harus dikembangkan karena dapat
meningkatkan kinerja. Menurutnya bisa didapatkannya kompetensi tersebut
dengan melalui pendidikan dan pelatihan kepada sumber daya manusia (SDM) yang
ditunjukan pada penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) sehingga
dalam hal ini penulis juga menjabarkan kaitannya kompetensi dengan kinerja.
Kedua hal tersebut sangat berkaitan satu sama lain karena kompetensi itu
sendiri dapat membantu meningkatkan kinerja dan menjabarkannya dengan teori
kompetensi dan teori kinerja yang dibuat skema hubungannya diantara kedua hal
tersebut. Oleh karena itu penulis menarik empat kesimpulan pada penelitiannya
yaitu, pertama, karena adanya kompetensi dapat memprediksi perilaku dan
kinerja. Kedua, kebutuhan untuk PNS bukan hanya persoalan teknis melainkan
keterampilan non teknis juga sangat diperlukan seperti untuk memecahkan
masalah, bersikap kritis, memiliki kemampuan negosiasi dan sebagainya.
Ketiga, persoalan kompetensi dan kinerja merupakan masalah fundamental yang
dihadapi oleh PNS. Terakhir penulis menyimpulkan bahwa kompetensi dan kinerja
merupakan hubungan yang erat, dengan kompetensi yang baik akan menghasilkan
kinerja yang lebih baik pula dalam bidang pekerjaan di era revolusi industri
ini.
|
Kamis, 10 Oktober 2019
Bedah Jurnal Revolusi industri 4.0
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar