Kamis, 04 Juli 2019

Budaya Sopan santun di Jepang : Budaya membungkuk

Nilai sopan santun di Jepang: Budaya Membungkuk


Kesopanan orang Jepang memang tidak bisa diragukan lagi. Negara Jepang dikenal dengan orang-orang yang sangat hormat dan memiliki nilai sopan santun dan ramah tamah yang sangat tinggi salah satunya dengan budaya membungkuk. Budaya membungkuk di Jepang ini disebut dengan お辞儀 (ojigi). Ojigi adalah salah satu kegiatan dalam budaya orang Jepang untuk melakukan penghormatan bagi orang lain. Sikap membungkuk ini dilakukan pada saat pertemuan pertama dengan seseorang atau orang asing.

Budaya membungkuk ini bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, melainkan sejak kecil orang tua di Jepang sudah menanamkan tradisi khas negara nya tersebut. Sikap membungkuk ini kadang terlihat ketika sesorang sedang bercakap-cakap secara intens, hal tersebut mencerminkan bahwa sang pembicara sangat menghormati lawan bicara. Bahkan ketika seorang karyawan menerima telepon dari atasannya pun akan membungkuk-bungkuk (padahal hanya berbicara melewati telfon tidak bertemu langsung). Ungkapan terima kasih dan maaf juga disertai dengan membungkukkan badan. Cara membungkuk nya pun berbeda untuk pria dan wanita. Biasanya pria akan meletakan kedua tangannya disamping paha mereka ketika membungkuk, sedangkan wanita akan menaruh tangan mereka di atas paha mereka. Situasi membungkuk juga benar-benar dipengaruhi oleh situasi, kedalaman membungkuk, dan lama waktu saat membungkuk. Didalam membungkuk tersebut juga memilki nilai arti seperti: 1. Apabila mendukan kepala 5 derajat artinya menghormati dirinya sendiri, 2. Membungkuk 15 derajat, ini biasanya dilakukan saat memulai percakapan kepada orang lain disertai dengan kalimat sapa diawal. 3. Membungkuk 30 derajat, ini biasanya dilakukan saat seorang pelayan menyapa pengunjung atau memberi ucapan terima kasih kepada seseorang. 4. Membungkuk 45 derajat, artinya orang tersebut menandakan rasa syukur yan mendalam dan biasa digunakan juga untuk keadaan formal seperti melamar kerja dan juga meminta maaf secara resmi. 5. Berlutut, biasanya orang yang membungkuk seperti ini hanya saat upacara keagamaan tertentu dan meminta maaf dengan tulus dan sangat dalam karena kesalahan yang telah ia lakukan.

Budaya membungkuk ini bukan hanya sebagai tradisi biasa yang dilakukan oleh orang Jepang tapi memiliki arti tersendiri didalamnya, semakin kedalamanan membungkuk seseorang maka semakin hormat dan sopan pula orang tersebut. Untuk orang asing sendiri, orang Jepang tidak akan memaksa para pendatang atau orang asing di Jepang untuk membungkuk dengan sempurna. Mereka sudah akan menghormati orang asing itu jika mereka membungkuk dengan tenang dan penuh rasa hormat.


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar