“Perspektif Al-Quran dan Sunnah Tentang Budaya dan Seni”
Seni adalah ekspresi dari jiwa yang halus dan indah yang lahir dari bagian yang terdalamdari jiwa manusia yang didorong oleh kecenderungan kepada keindahan tersebut .Agama Islam mendukung kesenian selama tidak melenceng dari nilai-nilai agama. Agama Islam tidak bisadianggap kebudayaan sebab ia bukan hasil daripada pemikiran dan ciptaan manusia, bukanhasil budi dan daya (tenaga lahir) manusia. Agama islam adalah bukan kebudayaan, sebab ia bukan hasil daripada tenaga pikirandan tenaga lahir manusia.
Agama Islam adalah wahyu dari Allah SWT yang disampaikan kepada Rasulullah SAW yang mengandung peraturan-peraturan untuk jadi panduan hidup manusiaagar selamat di dunia dan akhirat.Walaupun agama islam itu bukan kebudayaan tetapi ia sangat mendorong penganutnya berkebudayaan. Islam mendorong berkebudayaan dalam berpikir, berekonomi, berpolitik, bergaul, bermasyarakat, berpendidikan, menyusun rumah tangga dan lain-lain. Jadi, agama Islam mendorong umatnya berkebudayaan dalam semua aspek kehidupan termasuk dalambidang ibadah. Contohnya dalam ibadah yang asas yaitu shalat. Dalam Al-Qur'an ada perintahdirikanlah Shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk (Al-Baqarah:43). Perintah itu bukan kebudayaan karena ia adalah wahyu daripada Allah SWT. Tetapi apabila kita hendak melaksanakan perintah "dirikanlah shalat" maka timbullah daya pemikiran kita, bagaimana shalat, dimana tempat untuk melaksanakannya dan lain-lain.
Salah satu unsur budaya yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat adalah bahasa. Al-Quran yang diturunkan dengan bahasa Arab, selain sangat kaya akan makna, itu juga mengandung keindahan sastra,mudah dihafal dan enak didengar. Istilah budaya didalam Al-Quran dikenal dengan kasab (usaha, perbuatan, tindakan, perkataan, kreasi, dsb). Kasab bisa juga berupa perbuatan (budaya) yang baik dan bermanfaat dan juga berupa perbuatan (budaya) yang buruk. Budaya buruk seperti ketidakpedulian pada lingkungan dan melakukan tindakan yang merugikan alam dan sekitarnya. Dalam QS.30 (Al-Rum):41 Allah mensinyalir hal tersebut, yang artinya:
“Telah nampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. 30:41).
Budaya memakai tangan kanan. Suatu hal yang perlu dipertahankan dan dididikkan kepada anak-anak dan keluarga, supaya dalam memberi, menerima dan melakukan hal-hal yang baik dan terpuji dilakukan dengan memakai tangan kanan sebagaimana sabda Rasulullah saw yang artinya:
"Jika Anda makan, makanlah dengan tangan kanan, minum dengan tangan kanan, mengambil dengan tangan kanan, dan memberi dengan tangan kanan.” (HR. Al-Hasan bin Saifan). Selain itu adapun Budaya saling menolong dan menghargai pertolongan perlu terus dipertahankan dan dalam ragka ini budaya saling mengungkapkan rasa terima kasih juga demikian, sebagaimana sabda Rasulullah saw yang artinya:
”Bercerita tentang nikmat Allah adalah kesyukuran, mendiamkannya adalah kekufuran. Siapa yang tidak bersyukur yang sedikit, dia tak bersyukur yang banyak. Siapa tak bersyukur (berterimakasih) kepada manusia, dia tidak bersyukur kepada Allah. Bersatu adalah rahmat, bercerai adalah azab (siksa) (HR. Baihaqy).
Dengan demikian Perspektif Al-Quran dan Sunnah tentang budaya Islam adalah selama itu melakukannya dengan hal yang baik dan tidak merusak serta masih dalam aturan pandangan agama Islam, manusia dibebaskan untuk mengekpresikan budaya nya masing-masing serta dengan adanya contoh tindakan dari Rasulullah SAW mengenai tentang budaya yang Beliau lalukan dapat menjadi sebuah contoh yang baik untuk berbudaya sesuai ajaran agama Islam seperti yang telah diatur oleh Allah SWT didalam Al-Quran.
Daftar Pustaka
Modul MPK Agama Islam Universitas Indonesia
http://www.slideshare.net/dwilaksonoabdhillah/agama-islam-seni-budaya-iptek-dan-filasafat-mpk-agama pada 8 April 2017 pukul 17.28
Tidak ada komentar:
Posting Komentar