Saham
Blue Chip
Bagi mereka yang
menyukai investasi mudah tentu investasi di Bursa Efek Indonesia bukanlah
pilihan. Akan berbeda bagi mereka yang lebih suka investasi penuh resiko tapi
juga memiliki tingkat keuntungan yang lebih besar. Investasi sahib di BEI
menjadi hal yang disukai oleh mereka yang tidak takut resiko dan ingin
mendapatkan penghasilan yang besar dari investasi tingkat mudah.
Jadi, tingkat resiko
investasi memang berbeda tergantung dari tingkat keuntungan yang akan
didapatkan nantinya.
Mengenal Investasi
Saham Blue Chip
Dari berbagai tipe
investasi, ada investasi yang dikenal dengan saham Blue Chip. Banyak dari investor pemula atau calon
investor yang belum tahu tentang saham blue chip ini. Saham blue chip atau big
cap bisa diartikan sebagai saham papan atas atau saham unggulan.
Artinya, saham yang
masuk dalam kategori ini adalah saham dengan angka kapitalisasi pasar yang
besar yakni di atas Rp 40 triliun. Tentu, dengan nilai pasar saham sebesar itu,
bukanlah perusahaan main-main atau abal-abal yang tergolong memiliki saham blue
chip.
Perusahaan dengan
kategori saham blue chip ini adalah perusahaan besar, memiliki etos dan kinerja
yang baik, fundamental yang baik serta dikelola oleh orang-orang professional.
Selain itu, perusahaan ini juga bergerak di bidang industri dimana hasilnya
dibutuhkan banyak orang. Sudah bisa dipastikan pula jika perusahaan kategori
saham blue chip ini memiliki keuntungan yang besar dan secara rutin dibagikan
kepada investor.
Saham jenis blue chip
ini sangat layak untuk dijadikan investasi jangka panjang serta penghasilan
yang terus menerus lantaran perusahaan yang diberi suntikkan ini tidak
main-main dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu, perusahaan dengan saham blue
chip juga tidak mudah digoreng oleh para bandar lantaran pangsa pasar yang
sangat besar.
Tentu, kita bertanya-tanya,
perusahaan apa saja yang terkategori memiliki saham Blue Chip ini. Berikut
beberapa perusahaan yang terkategori memiliki saham blue chip yang bisa
dipastikan memberikan keuntungan maksimal bagi para investor.
Namun, tetap, dunia
investasi juga memiliki resiko, oleh sebab itu pahami juga resiko investasi
saham perusahaan blue chip ini. Mari kita lihat perusahaan apa saja.
Sektor Bank
·
Perusahaan dengan saham Blue Chip sektor
bank adalah sebagai berikut;
·
BBRI PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk
·
BMRI PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
·
BBNI PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk
·
BBCA PT Bank Central Asia Tbk
Manufaktur
Perusahaan dengan saham
Blue Chip sektor manufaktur meliputi;
·
UNVR PT Unilever Indonesia Tbk
·
SMGR Semen Gresik (Persero) Tbk
·
KLBF PT Kalbe Farma Tbk
·
MYOR PT Mayora Indah Tbk
·
JPFA JAPFA Comfeed Indonesia Tbk
·
INTP PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk
·
INDF PT Indofood Sukses Makmur Tbk
·
CPIN Charoen Pokphand Tbk
·
ASII PT Astra International Tbk
Perkebunan
Perusahaan dengan saham
Blue Chip sektor perkebunan terdiri dari;
·
LSIP PT London Sumatera Plantation Tbk
·
AALI PT Astra Agro Lestari Tbk
Energi
Ada satu perusahaan
sektor energi yang memiliki saham blue chip yakni;
·
PGAS PT Perusahaan Gas Negara (Persero)
Tbk
Pertambangan
·
Perusahaan dengan saham Blue Chip sektor
pertambangan, yakni;
·
ITMG PT Indo Tambangraya Megah Tbk
·
INCO PT Vale Indonesia Tbk
·
ANTM PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
·
PTBA PT Bukit Asam (Persero) Tbk
Infrastruktur
Perusahaan dengan saham
Blue Chip sektor infrastuktur seperi;
·
TLKM PT Telekomunikasi Indonesia
(Persero) Tbk
·
JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk
Perdagangan
Perusahaan dengan saham
Blue Chip sektor perdagangan terdiri;
·
UNTR PT United Tractor Tbk
·
AKRA PT AKR Corporindo Tbk
Properti
Ada satu perusahaan
sektor properti yang terkategori memiliki saham blue chip yakni;
·
LPKR Lippo Karawaci Tbk Baru
Media
Ada satu perusahaan
sektor media yang memiliki kategori saham blue chip yaitu;
·
MNCN Media Nusantara Citra Tbk
Jadi, jika ditotal, ada
23 perusahaan yang memiliki kategori saham blue chip. Tentu, angka ini bisa
bertambah atau berkurang tergantung dari perkembangan perusahaan tersebut. Yang
jelas, investasi pada perusahaan kategori blue chip bukan kategori investasi
mudah yang bisa dijalankan oleh siapa saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar