Jenis-jenis
Dividen
Menurut
Zaki Baridwan (1993) deviden yang akan dibagikan oleh perusahaan dapat terbagi
dalam beberapa jenis, yaitu:
- Dividen tunai (cash dividen), yaitu dividen yang dibagikan
kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai dan
dikenai pajak
pada tahun pengeluarannya.
Dividen ini yang paling umum dan banyak digunakan dalam pembagian saham.
2. Dividen
saham (stock dividen), yaitu dividen yang dibagikan perusahaan kepada para
pemegang saham dalam bentuk saham perusahaan sehingga jumlah saham perusahaan
menjadi bertambah. Jadi, pemberian stock dividen ini dilakukan dengan
cara mengubah sebagian laba ditahan (retained
earnings) menjadi modal saham yang pada dasarnya tidak mengubah jumlah
modal sendiri. Namun demikian cash flow
perusahaan tidak terganggu karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang
tunai. Peristiwa
ini dilakukan jika posisi kas
perusahaan atau likuiditas diperlukan oleh perusahaan. Investor dalam hal ini
akan memiliki lebih banyak saham tetapi laba per lembar saham lebih rendah.
Proporsi pemilikan investor tidak mengalami perubahan.
Contoh:
Beta
mempunyai struktur modal sebagai berikut (sebelum penerbitan dividen saham).
Saham
biasa (Rp. 5.000,- nominal, 400.000 lembar) =
Rp. 2 miliar
Agio
saham =
Rp. 1 miliar
Laba
saham =
Rp. 7 miliar
Modal
sendiri bersih =
Rp. 10 miliar
Perusahaan
Beta membayar dividen saham 5% atau sebanyak 20.000 lembar (5% x 400.000
lembar).
Nilai
pasar saham Rp. 40.000 setiap pemegang saham 20 lembar saham menerima 1 lembar
dividen saham:
Saham
biasa (Rp. 5.000 nominal, 420.000 lembar) = Rp. 2,1 miliar
Agio
saham
= Rp. 1,7 miliar
Laba
ditahan
= Rp. 6,2 miliar
Modal
sendiri
= Rp. 10 miliar
Keterangan :
1. Laba
ditahan berkurang Rp. 800 juta, yaitu dividen saham 20.000 lembar x harga pasar
Rp. 40.000.
2. Saham
biasa ditambah Rp. 100 juta, yaitu 20.000 lembar saham baru x nilai nominal
saham biasa Rp. 5.000,-
3. Agio
saham bertambah Rp. 700 juta, yaitu 20.000 lembar saham baru x (Rp. 40.000 -
Rp. 5.000) atau saham pasar - harga nominal.
4. Jika
laba setelah pajak Rp. 1 miliar. EPS (Earning
Per Share) = Rp. 2.500 (1 miliar/40.000). Setelah dividen saham menurun
menjadi Rp. 2.380.
5. (Rp
1 miliar/420.000 lembar saham),
3. Dividen
saham pecahan (stock split), yaitu pemecahan selembar saham
menjadi n lembar saham. Harga per
lembar saham baru setelah stock split adalah
sebesar 1/n dari harga sebelumnya. Dengan demikian, sebenarnya stock split tidak menambah nilai dari
perusahaan atau dengan kata lain stock
split tidak mempunyai nilai
ekonomis. Melakukan pemecahan dalam hal, yaitu menambah jumlah
saham dengan cara melalui pengurangan nilai nominalnya. Pada contoh di atas,
jumlah lembar saham 400.000 lembar saham menjadi 2 x 400.000 lembar = 800.000
lembar. Harga nominal saham menjadi Rp. 2.500 (Rp. 5.000/2).
Dengan
demikian struktur modal tidak berubah, dan nilai jual saham biasa, agio, dan
laba tidak mengalami perubahan. Tetapi harga nominal dan lembar saham berubah
proporsional.
Tujuan dari stock split:
1. Menurunkan
harga saham, sehingga menarik pembeli/investor.
2. Diharapkan
harga akan meningkat.
3. Menguntungkan
bagi investor, jika dividen yang dibayar lebih besar, misalnya sebelum
dipecahkan membayar dividen Rp. 2.000 per lembar. Setelah dipecahkan hanya
membayar dividen Rp. 1.250 per lembar, maka investor akan menerima dividen Rp.
2.500 dengan nilai penyertaan yang sama besarnya.
- Dividen scrip,
yaitu dalam bentuk perjanjian tertulis untuk membayar dalam jumlah
tertentu pada waktu yang disepakati.
- Dividen property (property dividen), yaitu dividen yang dibagikan
dalam bentuk aktiva lain selain kas atau saham, misalnya aktiva tetap dan
surat-surat berharga.
- Dividen likuidasi (liquidating dividen), yaitu dividen yang diberikan
kepada pemegang saham sebagai akibat dilikuidasikannya perusahaan. Dividen
diperoleh dari selisih antara nilai realisasi aset perusahaan dikurangi dengan
semua kewajibannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar