Jejak Pemikiran Barat di Indonesia
Sebelum Indonesia merdeka seperti saat ini, Indonesia sempat menjadi negara kekuasaan negara barat seperti Belanda dan Jepang. Oleh karena itu pemikiran barat sempat berpengaruh bagi masyarakat dan negara Indonesia itu sendiri. Pemikiran barat ini bisa meliputi beberapa aspek seperti dari segi kehidupan sosial, ekonomi hingga politik dalam berbangsa dan negara.
Pada masa penjajahan Belanda, paham atau pemikiran barat merupakan salah satu faktor utama alasan dari pemikiran barat ada di Indonesia. Di tahun 1870, pemerintah Hindia Belanda menjalankan politik Pintu Terbuka, yaitu Indonesia terbuka bagi para pengusaha swasta. Dalam hal ini mencerminkan bahwa hal tersebut dalam paham kapitalisme. Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang dimana perdagangan, industri dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal pada masa itu di Indonesia dalam hal ini menanamkan modalnya untuk usaha di bidang perkebunan, pertambangan, perindustrian, dan perdagangan. Para pengusaha diberi kesempatan untuk menyewa tanah dalam kurun waktu yang cukup lama. Politik Pintu Terbuka ini di Indonesia berlangsung dari 1870 hingga tahun 1900-an. Dalam periode tersebut, pemahaman kapitalime sangat melekat di Indonesia.
Selain pemahaman tersebut perkembangan pemahaman sosialisme juga pernah berkembang di Indonesia, sosialisme pertama kali masuk ke Indonesia melalui lembaga organisasi pada tahun 1914 yaitu Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) atau Persatuan Demokrat Hindia Belanda. Organisasi ini adalah kumpulan dari sosialis Belanda yang berkerja di Hindia-Belanda dan dibentuk dengan alasan keresahan seorang sosialis Belanda yang berhadapan dengan kondisi-kondisi sosial politik Hindia Belanda pada masa itu. Salah satu tokoh yang melopori munculnya sosialisme di Indonesia ini adalah Hendricus Josphus Franciscus Marie Srieevliet di tahun 1913.
Dalam segi ekonomi sosialisme juga mempengaruhi Indonesia, dimana salah satu tokoh besar nya yaitu Moh. Hatta. Dalam beberapa tulisan yang ditulisnya, Moh. Hatta menuliskan pemikirannya dalam segi sosialisme barat, khususnya prinsip kemanusiaan sebagai sumber pemikiran tentang demokrasi untuk Indonesia merdeka.
Disamping sosialisme dan kapitalisme yang telah dibawa oleh pemerintah Hindia Belanda. Pemahaman barat lainnya yang sempat masuk ke Indonesia yaitu paham Komunisme. Komunisme adalah ideologi yang menghapuskan hak milik bersama dan menggantikannya dengan hak milik bersama yang di pegang kekuasaannya oleh negara. Muncul nya paham komunisme pertama kali pada saat ISDV berubah nama menjadi Perserikatan Komunis Hindia. Pelopornya pada saat itu adalah Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka. Pascakemerdekaan, komunisme di Indonesia pernah menjadi kekuatan politik di Indonesia di tahun 1955 Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu mitra pilitik presiden Soekarno yang berslogan Nasakom (nasionalsme, agama, dan komunisme). Komunis juga pernah masuk kedalam organisasi agama seperti: Sarekat Islam (SI) dan memecah dua: SI Putih dan SI Merah. SI Merah dipimpin oleh Semaoen yang berlandaskan asas sosialisme-komunisme. Pada masa perkembangannya, ada beberapa peristiwa yang terjadi dimana salah satu nya peristiwa G30S, karena peristiwa itulah PKI dibubarkan dan menghilang dari politik di Indonesia.
Dari beberapa pemikiran barat yang pernah ada di Indonesia, konsep-konsep yang diterapkan memang jauh berbeda dengan pemikiran Indonesia dimasa sekarang. Indonesia sendiri memiliki ideologi Demokrasi Pancasila. Namun dilihat dari pengertian dari beberapa pemikiran barat yang pernah ada di Indonesia saat ini, masih sedikit tercampur dengan beberapa pemikiran barat tersebut salah satu contohnya dari segi ekonomi Indonesia berada pada sistem campuran yang dimana itu merupakan campuran dari Kapitalis dan Sosialis. Namun dilihat dari keadaan ekonomi dimasa sekarang, Indonesia lebih cenderung kepada pemahaman Kapitalime yang dimana masuknya investor asing untuk menanam modal di Indonesia. Dari segi politik, paham Liberalisme juga berpengaruh karena liberal lebih menekankan kepada demokras dan kebebasan berpendapat. Namun dalam hal ini di Indonesia tidak menjadi ideologi yang besar seperti di Amerika. Karena pada dasarnya Indonesia memiliki sistem pemerintahan yang dibatasi oleh Pancasila itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Tesia, Hidden. Sejarah Idelogogi Dunia: Kapitalisme, Sosialisme, Komunisme, Fasisme, Anarkisme, Anarkisme dan Marxisme, Konservatisme. http://www/academica.edu/36506886/SEJARAH_IDEOLOGI_DUNIA_FASISME_ANARKISME_ANARKISME_DAN_MARXISME_KONSERVATIME (diakses pada 19-05-2019, 21.55)
Djuyandi, Yusa. Gerakan Politik Komunisme. (2017). http://www.koran-jakarta.com/gerakan-politik-komunisme/ (diakses pada 19-05-2019, 21.58)
Kharti, Irene Swastiwi. Liberalisme dan Sosialisme di Indonesia. (2018). http://blog.ruangguru.com/sejarah-kelas-11-liberalisme-dan-sosialisme-di-indonesia?hs_amp=true (diakses pada 19-05-2019, 21.49)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar