Kamis, 18 Juli 2019

Dampak Ekonomi yang di timbulkan dari pembangunan Bandara Kertajati


1 Bandara Kertajati ( Bandara Internasional Jawa Barat)
Bandar Udara Internasional Kertajati, juga dikenal Bandar Udara Majalengka atau West Java International Airport, adalah bandar udara yang berada di bagian timur laut dari Jawa Barat, Indonesia. Bandar udara ini merupakan bandar udara terbesar kedua di Indonesia beradasarkan luas setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, yang berlokasi di Kabupaten Majalengka, kira-kira 68 kilometer di timur Bandung. Bandar udara ini dibangun untuk melayani sebagai bandar udara internasional kedua di wilayah metropolitan Bandung dan juga melayani Cirebon, bagian dari Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah.
Bandar udara ini diresmikan operasinya pada tanggal 24 Mei 2018, dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia mendarat sebagai yang pertama di bandar udara ini. Bandar udara ini memiliki landasan pacu tunggal sepanjang 2.500 meter dan akan diperpanjang hingga 3.000 meter pada bulan November 2018. Bandar udara baru ini berfungsi sebagai penyangga untuk membantu memudahkan lalu lintas udara di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta. Setelah selesai, Bandar udara ini akan memiliki kapasitas total hingga 29 juta penumpang setiap tahun, dengan banyak ruang untuk ekspansi. Bandar udara ini juga akan mengoperasikan terminal kargo dengan perkiraan resmi pada 1,5 juta ton kargo pada tahun 2020.
Pembangunan Bandara Kertajati sendiri sudah direncanakan sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri. Studi kelayakan Bandara ini sebenarnya sudah ada sejak 2003, izin penetapan lokasi pun dilakukan sejak 2005. Saat itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan sanggup mendanai sendiri pembangunan bandara dengan APBD.
Namun, Pemprov Jawa Barat tak kunjung merealisasikan pembangunan bandara tersebut hingga 2011. Setelah dilakukan peninjauan ulang, pembangunan bandara ternyata membutuhkan alokasi APBN.
Tidak hanya itu saja, Bandara Kertajati juga dimasukkan dalam Program Strategis Nasional (PSN). Pembangunan sejak 2015 hingga 2017 kemudian dilakukan dengan menggunakan anggaran Kementerian Perhubungan.
Adapun guna mengoperasionalkan bandara tersebut, Kementerian Perhubunga kemudian pada 22 Januari 2018 memfasilitasi penandatanganan perjanjian kerja sama penyelenggaraan jasa kebandarudaraan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) antara Pemprov Jabar, PT BIJB dan PT Angkasa Pura 2.
Bandara ini diperkirakan menelan investasi mencapai Rp2,6 triliun. Saat ini, pembangunan bandara sudah mencapai 98 persen, karena masih terdapat beberapa tahap pembangunan yang masih harus diselesaikan.
3.2  Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat kearah yang lebih baik sesuai dalam UUD 1945. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator untuk melihat hasil pembangunan telah dilakukan dan juga untuk menentukan ara pembangunan dimasa yang akan datang. Dalam rangka mencapai sasaran pertumbuhan yang tinggi, infrastruktur berfungsisebagai roda penggerak ekonomi. Infrastruktur dapat digolongkan sebagai modal atau kapital. Melalui karakteristik ini, peluasan infrastruktur tidak hanya menambah stok dari kapitaltetapi juga sekaligus meningkatkan produktifitas perekonomian dan taraf hidup masyarakat yang luas. Bagi negara berkembang, ketersediaan infrastruktur dipandang berlangsungnya kegiatan pembangunan.
3.3 Pengaruh sektor pembangunan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi
Sektor pembangunan (bandara) memiliki keterkaitan ke belakang yang lebih besar dibandingkan dengan kertakitan ke depannya. Hal ini berarti bahwa sektor bangunan (bandara) lebih mempengaruhi peningkatan output sektor lain untuk digunakan sebagai input dibandingkan dengan kemampuannya dalam menghasilkan output yang digunakan untuk input sektor lain. Artinya, bahwa sektor bangunan (bandara) mampu meningkatkan pertumbuhan sektor hulu nya. Dampak dari adanya external shock investasi pembangunan BJIB menunjukan bahwa hal itu berpotensi terhadap peningkatan output dan pendapatan rumah tangga provinsi Jawa Barat.
3.4 Keberhasilan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Potensi industri di Jawa Barat dinilai sangat luar biasa. Di antaranya Kabupaten Bandung merupakan pusat industri tekstil dan teknologi modern. Dibangun nya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka yang telah beroperasi sejak bulan juni 2018 serta letak nya sangat strategis karena dekat dengan Pelabuhan Patimbangan yang tengah dibangun. Keberadaan bandara ini akan mempermudah akses masyarakat di Cirebon dan Sumedang serta mengundang wisatawan dari berbagai daerah untuk datang ke daerah tersebut. Hal itu akan meningkat dan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut, selain itu dengan di bangunnya bandara yang menghabiskan investasi 2,6 triliyun rupiah, pembangunan bandara kertajati banyak menyerap sumber daya manusia di sekitar bandara, hal ini mengakibatkan meningkat nya perputaran uang di bandara internasional jawa barat. Sehingga secara keseluruhan meningkatakn pertumbuhan ekonomi khusus nya di daerah Jawa Barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar