2.6.
Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen
Dalam
membagikan dividen, perusahaan harus memperhatikan beberapa faktor, antara
lain:
1. Dividend
Payout Ratio industri di mana perusahaan itu berada. Artinya,
perusahaan tidak boleh mengabaikan kebijakan dividen perusahan lain
2. Kesempatan investasi. Kebijakan dividen perusahaan jangan
sampai mengorbankan proyek yang dapat meningkatkan value pemegang saham di masa yang akan datang. Semakin besar
kesempatan investasi maka dividen yang bisa dibagikan akan semakin sedikit.
3. Profitabilitas dan Likuiditas. Kebijakan dividen perusahaan
sebaiknya memperhitungkan profitabilitas dan likuiditas perusahaan. Aliran kas
atau profitabilitas yang baik bisa membayar dividen atau meningkatkan dividen.
Alasan lain pembagian dividen adalah untuk menghindari akuisisi oleh perusahaan
lain.
4. Akses ke pasar keuangan. Jika perusahaan mempunyai akses ke
pasar keuangan yang baik, perusahaan bisa membayar dividen lebih tinggi. Akses
yang baik bisa membantu perusahaan memenuhi kebutuhan likuiditasnya.
5. Pertumbuhan pendapatan perusahaan. Jika
pendapatan perusahaan mengalami pertumbuhan, maka jumlah pembayaran dividen
dapat dinaikkan. Sebab dengan adanya tambahan pendapatan maka dividen dan laba
ditahan juga bertambah.
6. Stabilitas pendapatan. Jika pendapatan perusahaan relatif
stabil, aliran kas di masa mendatang bisa diperkirakan dengan lebih akurat.
Perusahaan semacam itu bisa membayar dividen yang lebih tinggi. Hal yang
sebaliknya terjadi untuk perusahaan yang mempunyai pendapatan yang tidak
stabil. Ketidakstabilan aliran kas di masa mendatang membatasi kemampuan
perusahaan membayar dividen yang tinggi.
7. Prefensi pemegang saham dan
keleluasaan untuk menyimpang dari maksimisasi kemakmuran.
8. Ketersediaan dan biaya alternatif
sumber dana. Apabila biaya modal tinggi, maka penggunaan laba
ditahan akan semakin menarik.
9. Pembatasan-pembatasan
yang diberikan kreditur.
Kadang-kadang para kreditur bisa memberikan batasan mengenai jumlah pembayaran
dividen yang boleh dilakukan perusahaan. Tindakan itu biasanya dilakukan agar
perusahaan mampu mengarahkan usahanya dalam pelunasan hutang.
- Harapan mengenai kondisi bisnis pada umumnya. Pada waktu inflasi mungkin laba
cenderung naik sehingga manajemen dapat menaikkan pembayaran dividen.
Dengan demikian, dalam keadaan inflasi, pendanaan melalui pinjaman akan
lebih menarik, bandingkan dengan menggunakan laba ditahan.
2.7.
Mekanisme
Pembagian Dividen
Secara umum mekanisme
pembagian dividen terbagi dua yaitu jadwal
dan tata cara pembagian dividen.
Mekanisme ini tergantung pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang
umumnya diadakan per tahun. Berikut mekanisme pembagian dividen:
2.7.1. Jadwal
Pembagian Dividen
Harga saham akan
bergerak seiring dengan pengumuman pembagian dividen yang akan dilakukan oleh
perusahaan. Secara umum harga saham akan bergerak naik sesuai dengan besarnya
dividen yang akan dibagikan perusahan sampai dengan cum dividend date. Kemudian harga saham akan turun kembali pada
tingkat wajarnya pada ex-dividend date.
Berikut jadwal pembayaran dividen yang harus diperhatikan pemegang saham,
yaitu:
1.
Declaration
Date, yaitu tanggal pengumuman resmi dari emiten/perusahaan
untuk melakukan pembagian dividen.
2.
Cum-Dividend
Date, yaitu tanggal terakhir transaksi/perdagangan saham dimana
pembeli saham memperoleh hak atas dividen yang dibagikan perusahaan.
3.
Ex-Dividend
Date, yaitu tanggal dimana investor sudah memiliki hak untuk
memperoleh dividen dan sudah boleh untuk menjual saham yang dimilikinya.
4.
Date of
Record/ Recording Date, yaitu tanggal dimana investor harus terdaftar atau
menentukan daftar nama dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan sehingga ia
mempunyai hak yang diperuntukan bagi pemegang saham.
5.
Payment
Date / Distribution Date, yaitu tanggal dimana perusahaan membagikan dividen kepada
pemegang saham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar